Pasca pengumuman pemindahan ibu kota Indonesia ke Kalimantan Timur, informasi seputar calon ibu kota Indonesia yang baru ini pun bermunculan bak jamur di musim hujan. Mulai dari infomasi wisata hingga kabar melompatnya harga tanah di Penajam Paser Utara tak ayal meramaikan jagat informasi digital.

Menurut keputusan resmi, bakal lokasi ibu kota yang baru nantinya akan dipusatkan di wilayah antara Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Sebagaimana sudah diketahui, Kesultanan Kutai Kartanegara merupakan salah satu Kesultanan tertua di Nusantara. Akan tetapi, informasi seputar sejarah Penajam Paser Utara sangat jarang diketemukan.

Semua tidak terlepas dari reputasi Penajam Paser Utara yang kurang baikl sehingga tidak pernah terdengar gaungnya. Bahkan kabarnya, kawasan yang dahulunya bagian Kesultanan Pasir (Sadurengas) ini dijuluki sebagai tempat jin buang anak lantaran pernah menjadi tempat tujuan transmigran asal Jawa yang kemudian malah terlantar.

Baca juga: Festival Adat Erau, Hajatan Tahunan Kutai Kartanegara yang Sarat Nilai Sejarah

Saat Indonesia masih berada di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto, kawasan Penajam Paser masih sangatlah sepi. Pemerintah lantas memasukan daerah ini ke dalam tujuan program transmigrasi. Dalam kurun beberapa tahun, tidak kurang dari ribuan transmigran asal Jawa Tengah diberangkatkan menuju Kelurahan Petung, Penajam Paser. Akan tetapi, bukanya diberi lahan garapan dan rumah seperti yang dijanjikan, mereka malah dipekerjakan di sebuah perusahaan minyak asing.

Akibat penduduknya yang kurang mandiri dalam hal lahan garapan, sampai puluhan tahun lamanya, wilayah Penajam Paser tidak pernah berkembang. Kawasan pedesaan yang dikepung hutan masih senantiasa mendominasi wilayah ini. Walhasil, meskipun telah ditetapkan menjadi Kabupaten pada tahun 2002, harga tanah di Penajam Paser Utara pun tergolong rendah.

Keadaan mulai beralih tatkala penetapan Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai bakal ibu kota Indonesia yang baru pada Agustus 2019 lalu. Kabarnya banyak warga setempat yang mulai memanfaatkan momen pemindahan ibu kota dengan jalan melambungkan harga tanah.

Toh, meskipun perkiraan harga tanah per meter mencapai 2 juta rupiah, tidak sedikit orang yang mengaku ingin berinvestasi di kawasan ini. Fenomena ini pun mantap mengubah reputasi Kabupaten Penajam Paser dari tempat jin buang anak menjadi salah satu wilayah primadona bagi generasi mendatang.

Sumber gambar: situsbudaya.id